<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Catatan Masmus™</title>
	<atom:link href="http://mas.mus.web.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mas.mus.web.id</link>
	<description>Just another masmus weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Jul 2009 17:06:14 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Mahalnya Biaya Pendidikan di Indonesia</title>
		<link>http://mas.mus.web.id/2009/07/mahalnya-biaya-pendidikan/</link>
		<comments>http://mas.mus.web.id/2009/07/mahalnya-biaya-pendidikan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Jul 2009 14:52:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[biaya]]></category>
		<category><![CDATA[mahal]]></category>
		<category><![CDATA[mahalnya pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah mahal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mas.mus.web.id/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[Setelah menunggu pengumuman kelulusan SD, SMP, dan SLTA, kini orang tua dan adik-adik kita dihadapkan pada seleksi masuk sekolah atau perguruan tinggi. Ujian  seleksi emang sangat ketat tetapi tidak semenakutkan UNAS kemarin. Atau paling tidak ada pilihan untuk memilih sekolah yang sesuai. Ternyata yang menjadi hambatan adalah mahalnya biaya pendidikan.
Bukankah sekolah gratis? Kok dibilang mahal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://kustejo.files.wordpress.com/2008/06/anak20sd.jpg?w=300&amp;h=205" alt="" width="300" height="205" />Setelah menunggu pengumuman kelulusan SD, SMP, dan SLTA, kini orang tua dan adik-adik kita dihadapkan pada seleksi masuk sekolah atau perguruan tinggi. Ujian  seleksi emang sangat ketat tetapi tidak semenakutkan UNAS kemarin. Atau paling tidak ada pilihan untuk memilih sekolah yang sesuai. Ternyata yang menjadi hambatan adalah mahalnya biaya pendidikan.</p>
<p>Bukankah sekolah gratis? Kok dibilang mahal sih? Betul, sekolah SD dan SMP gratis SPP.  Tapi bagaimana biaya sekolah SMA dan perguruan tinggi. Sebagai contoh ada SMA Negeri kabupaten di Jawa Tengah yang pada tahun ini uang pangkal Rp 3juta-Rp 5juta ditambah SPP Rp 250.000,-/bulan atau Rp 1,5 juta/semester (6 bulan). Bayangkan petani atau tukang becak bagaimana bisa menyekolahkan anaknya ke SMA tersebut. Mau menjual ternak atau sawah? Itu tidak mungkin karena barang tersebut adalah sumber penghidupan. Akhirnya biarpun nilai bagus tapi akhirnya harus gigit jari.<span id="more-36"></span></p>
<p>Demikian halnya sekolah di perguruan tinggi tak kalah mahalnya. Terutama PTN yang telah berubah status menjadi  BHMN atau BHP akhirnya untuk pendanaan dibebankan kepada mahasiswa dengan menaikkan uang pangkal dan biaya semesteran. Sebagai contoh UI, beberapa tahun yang lalu di UI sekitar 2juta-an. Kini <a href="http://www.ui.edu/download/sk/SK432A-2008.pdf" target="_blank">uang untuk kuliah</a> di teknik UI uang pangkal Rp 25 jt, dan semesteran Rp 7,6jt. Untuk ukuran uang berduit di Jakarta itu wajar, tetapi untuk orang kampung yang ingin kuliah di UI sudah takut duluan. Ini karena UI sudah menjadi BHMN yang mana UI memerlukan biaya operasional tambahan karena subsidi negara dikurangi. Nah bagaimana PTN-PTN di daerah bila kelak juga berubah menjadi  Badan Hukum Pendidikan (BHP)? Bagiamana nasib anak orang miskin, anak petani, anak nelayan, anak buruh. Bukankah mereka juga berhak mngenyam pendidikan tinggi. Apa mereka hanya berhak sekolah sampai SMP saja? Atau mereka hanya berhak kuliah di sekolah-sekolah atau kampus &#8220;pinggiran&#8221;. Apakah mereka tak pantas untuk sekolah di UI, ITB, UGM? Lantas dimana bagimana amanat pembukaan UUD 1945 tentang mencerdaskan kehidupan bangsa. Atau yang berhak cerdas hanya mereka yang kaya saja. Yang miskin biar tetap bodoh dan miskin.</p>
<blockquote><p>Ini sebuah ironi. Anggaran pendidikan dinaikkan, tetapi biaya untuk mengakses pendidikan semakin mahal. Saya secara pribadi menyedihkan kejadian ini. Tulisan ini diilhami kejadian nyata yang terjadi di negeri ini. Semoga dapat menjadi pemikiran bagi pemimpin bangsa yang sebentar lagi kita pilih. Mendapatkan kesempatan pendidikan adalah hak semua warga negara.</p></blockquote>
<p>Bukankah negara ini didirikan untuk mencerdaskan dan menyejahterakan rakyatnya?</p>
<p><em>Masmus</em>™</p>
<address>kredit: foto (http://kustejo.files.wordpress.com)</address>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mas.mus.web.id/2009/07/mahalnya-biaya-pendidikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Indonesia yang Lebih Bermartabat</title>
		<link>http://mas.mus.web.id/2009/06/indonesia-yang-lebih-bermartabat/</link>
		<comments>http://mas.mus.web.id/2009/06/indonesia-yang-lebih-bermartabat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Jun 2009 03:59:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[martabat bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan bermutu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.blog.mus.web.id/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Akhir-akhir ini kita disadarkan pada kenyataan bahwa bangsa ini masih memiliki nilai tawar yang rendah di mata internasional. Ya, kita semua sebagai warga bangsa memilki keinginan agar bangsa kita sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Nah bagaimana agar kita memilki nilai tawar tinggi ini yang menjadi permasalah bersama. pendidikan, ekonomi, politik, sosial budaya, indonesia]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" title="indonesia" src="http://lifestylemagazine.files.wordpress.com/2008/10/peta-indonesia21.gif" alt="" width="317" height="118" /></p>
<p style="text-align: justify;">Akhir-akhir ini kita disadarkan pada kenyataan bahwa bangsa ini masih memiliki nilai tawar yang rendah di mata internasional. Ya, kita semua sebagai warga bangsa memilki keinginan agar bangsa kita sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Nah bagaimana agar kita memilki nilai tawar tinggi ini yang menjadi permasalah bersama.</p>
<p style="text-align: justify;">Waktu sepuluh tahun lepas sejak krisis ekonomi yang menjadi krisis multidimensi belum mampu untuk mengembalikan bangsa ini bangkit. Dalam banyak hal kita tertinggal dengan negara-negara tetangga kita apalagi dengan negara-negara maju. Dalam hal pendidikan kita masih dibawah Vietnam, negara yang pernah diinvasi AS. Malaysia yang dulu banyak mengirim guru untuk belajar di Indonesia kini telah jauh meninggalkan Indonesia. Singapura negara kecil yang makmur itu saat ini juga telah menguasai beberapa perusahaan vital di Indonesia, <span id="more-11"></span>misal Telkomsel, Indosat, dll. Belum perusahaan lainnya. Universitas di Singapura telah menjadi Universitas kelas dunia. Orang kaya Jakarta lebih suka berlibur dan berwisata belanja di Singapura. Demikian halnya bila berobat ke rumah sakit lebih bangga dan percaya dengan RS di Singapura. </p>
<p style="text-align: justify;">Kesempatan kerja yang terbatas di dalam negeri banyak membuat masyarakat kita mengadu nasib menjadi TKI di luar negeri. Sudah kita maklumi bersama ada beberapa TKI atau TKW kita yang mengalami kekerasan dan penyiksaan di luar negeri bahkan ada yang meninggal. Tetapi negara masih lemah dalam hal perlindungan terhadap warganya yang menjadi pahlawan devisa itu. Yang telah berjuang untuk menghidupi keluarga di kampung halaman. Pengangguran dan kesempatan kerja masih menjadi problem besar bangsa ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu upaya untuk mengatasi masalah itu dimulai dari  pendidikan. Pembenahan pendidikan sangat diperlukan. Termasuk juga meningkatkan mutu tenaga pendidik. Merekalah sebagai salah satu motor penggerak pendidikan. Dan untuk itu dibutuhkan dana yang cukup besar sehingga anngaran untuk pendidikan juga harus besar. Walau kini telah dimulai tetapi tampaknya hal itu masih cukup jauh. Banyak sekolahan terbengkalai. Tidak ada guru atau tenaga pendidik yang mengajar. Teruatama di daerah-daerah terpencil.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ada satu yang menggelitik di hati saya, anggaran pendidikan yang begitu besar mengapa biaya kuliah di perguruan tinggi makin mahal. Lihat saja berapa SPP dan uang pangkal di universitas BHMN; UI, IPB, ITB, dan UGM. Biaya studi yang begitu tinggi membuat anak-anak tidak bisa studi di perguruan tinggi yang didanai oleh pajak rakyat. Hanya mereka kalangan menengah ke atas yang akan menikmati fasilitas pendidikan yang dibiayai oleh negara. </strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;"><em>Sahabat biarpun kita masih miskin dan bodoh namun semangat belajar terus membara. Belajar dari kesultan dan kepayahan hidup yang kita jalani. Bila saat ini kita masih bodoh kita pun berharap anak cucu kita lebih pintar dan berakhlak mulia agar bangsa ini lebih bermartabat.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Masmus™</em></p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mas.mus.web.id/2009/06/indonesia-yang-lebih-bermartabat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menentukan Pilihan</title>
		<link>http://mas.mus.web.id/2009/06/menentukan-pilihan/</link>
		<comments>http://mas.mus.web.id/2009/06/menentukan-pilihan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2009 08:12:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[menentukan pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu 2009]]></category>
		<category><![CDATA[pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[pilihan hidup]]></category>
		<category><![CDATA[pilpres]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mas.mus.web.id/?p=1</guid>
		<description><![CDATA[Hidup adalah pilihan. Sang Maha Pencipta telah membekali kita dengan hati. Ya, hati. Bertanyalah kepada hati kita. Hati nurani yang paling dalam. Hati inilah yang dapat membedakan mana yang baik dan mana yang kurang baik. Hanya kadang hati ini kotor sehingga kita kesulitan mana yang suara hati dan mana yang suara nafsu.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" title="pilihan" src="http://mukhsonrofi.files.wordpress.com/2009/01/choice1.jpg" alt="" width="245" height="272" /><span style="color: #0000ff;"><strong>Hidup adalah pilihan. </strong></span>Menjalani hidup ini pun kita selalu dihadapkan pada pilihan. Kita diberi kebebasan untuk memilih apa yang menjadi keinginan kita. Entah pilihan itu baik atau buruk. Atau bahkan pilihan itu sangat mirip yang kadang kita sulit untuk memilihnya. Kelihatan di mata kita sama-sama baiknya menurut kita.</p>
<p>Dari hal sederhana misal, menu apa sarapan pagi ini, gaun yang mana yang hendak kita gunakan, atau bagi yang baru lulus <a href="http://nila-nila.blogspot.com/2006/10/pilihan-hidup.html" target="_blank">sekolah</a> banyak  dihadapkan pada pilihan-pilhan. Lanjut studi atau bekerja?  Bila melanjutkan studi mau ke <a href="http://nila-nila.blogspot.com/2006/10/pilihan-hidup.html" target="_blank">sekolah</a> atau kampus mana? Jurusan apa? Semua penuh dengan pilihan-pilihan. Ya, dalam hidup ini kita selalu dihadapkan pada pilihan-pilihan. Bahkan ada slogan, <strong>&#8220;menjadi tua itu kepastian dan menjadi dewasa itu <a href="http://nila-nila.blogspot.com/2006/10/pilihan-hidup.html" target="_blank">pilihan</a></strong><strong>.&#8221;</strong> <strong><a href="http://nila-nila.blogspot.com/2006/10/pilihan-hidup.html" target="_blank"><span id="more-1"></span></a></strong></p>
<p>Dalam kehidupan bernegara, kita sebentar lagi diberi pilihan untuk memilih capres untuk menjadi Presiden RI. Pilpres 2009 sembilan adalah juga termasuk dari pilihan-pilihan dalam hidup kita. Atau bahkan bagi mereka yang memilih untuk tidak memilih. Pada hakekatnya mereka pula telah menentukan pilihan.</p>
<p><span style="color: #000080;"><strong>Cara Menentukan Pilihan</strong></span></p>
<p>Nah, begitu banyak pilihan dalam hidup ini.  Pilihan begitu banyak yang kadang menyulitkan kita. Bisa jadi tidak ada yang sesuai dengan keinginan kita. Yang akhirnya kita menjatuhkan pilihan untuk tidak memilih pilihan-pilihan tersebut. Lalu bagaimana cara kita menentukan pilihan yang paling tepat.</p>
<blockquote><p><strong>Sang Maha Pencipta telah membekali kita dengan hati. Ya, hati. Bertanyalah kepada hati kita. Hati nurani yang paling dalam. Hati inilah yang dapat membedakan mana yang baik dan mana yang kurang baik. Hanya kadang hati ini kotor sehingga kita kesulitan mana yang suara hati dan mana yang suara nafsu.</strong></p></blockquote>
<p>Semoga Allah SWT membersihkan hati kita. Sehingga kita dapat dengan mudah menentukan setiap pilihan-pilihan hidup kita.</p>
<p>Masmus™</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mas.mus.web.id/2009/06/menentukan-pilihan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bismillah, Alhamdulillah</title>
		<link>http://mas.mus.web.id/2009/06/bismillah/</link>
		<comments>http://mas.mus.web.id/2009/06/bismillah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Jun 2009 16:01:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[ICT]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Tekno]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[domain sendiri]]></category>
		<category><![CDATA[own hosting]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.blog.mus.web.id/?p=1</guid>
		<description><![CDATA[Mengawali tulisan pertama pada blog baru ini dengan Bismillah wal hamdulillah. Bismillah ketika memulai sesuatu. Bahwa apa yang kita lakukan semata-mata karena Allah. Alhamdulillah karena anugerah Alloh SWT yang tidak terhitung, salah satunya belajar menulis blog dengan domain dan hosting sendiri. 
Sebelum ini saya menulis di blog Celotehan Masmus. Lho kenapa gak diteruskan saja? Bukan gak mau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mengawali tulisan pertama pada blog baru ini dengan<em> Bismillah wal ham<span style="font-style: normal;"><em>dulillah</em>. Bismillah ketika memulai sesuatu. Bahwa apa yang kita lakukan semata-mata karena Allah. Alhamdulillah karena anugerah Alloh SWT yang tidak terhitung, salah satunya belajar menulis blog dengan domain dan hosting sendiri. </span></em></p>
<p><em><span style="font-style: normal;">Sebelum ini saya menulis di blog <a href="http://amustofa.wordpress.com" target="_blank">Celotehan Masmus.</a> Lho kenapa gak diteruskan saja? Bukan gak mau meneruskan. Rencana masih menerusakan kok. Saya ingin belajar tentang mengelola blog secara mandiri. Lebih bebas menentukan fitur dan mengkostumasi sesuai keinginan sendiri. Ada kebebasan berkreasi. </span></em></p>
<p><em><span style="font-style: normal;">Bahkan untuk sekedar menulis blog saat ini banyak penyedia blog gratisan seperti <a href="http://blogger.com" target="_blank">blogger.com</a> (blogspot), <a href="http://id.wordpress.com/" target="_blank">wordpress</a>, <a href="http://blogdetik.com" target="_blank">blogdetik</a>, <a href="bedeng.com" target="_blank">bedeng.com</a>, <a href="http://dagdigdug.com" target="_blank">dagdigdug.com</a>, bahkan kampus-kampus juga menyediakan fasilitas blog gratisan, misalnya <a href="http://blog.uns.ac.id" target="_blank">UNS Solo</a> atau <a href="http://web.ugm.ac.id" target="_blank">UGM</a>. Bahkan saya sendiri juga punya akun blog pada beberapa penyedia blog gratisan tersebut seperti <a href="http://amustofa.wordpress.com" target="_blank">Celotehan Masmus</a> yang numpang di <a href="http://id.wordpress.com/" target="_blank">WordPress.Com</a>. Dan fiturnya juga bagus.<span id="more-14"></span><br />
</span></em></p>
<blockquote><p><em><span style="font-style: normal;">Fitur dan fasilitas gratisan itu juga tak kalah menariknya. Misal di Wordpress.com space gratis hingga 3GB, software wordpress autoupdate, statistik terintegrasi, selalu konek dengan blogger seluruh dunia. Selain itu kita juga dapat mengganti domain dengan domain sendiri (namaanda.com), seperti halnya di blogspot. Hanya sayang di Wordpress kalau hendak pakai nama domain sendiri harus bayar domain sekitar $15 dan mapping ke server $10/tahun. Namun dihitung-hitung sewa hosting $1o/tahun untuk 3GB itu sangat murah lho. Wah kok malah OOT. <img src='http://mas.mus.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </span></em></p></blockquote>
<p><em><span style="font-style: normal;">Semoga dengan adanya blog ini dapat belajar semua hal, termasuk juga mempelajari UU ITE agar lebih bijak menggunakan internet. dan tentunya berbagi dan silaturahmi dengan Anda semua.</span></em></p>
<p><em><span style="font-style: normal;">Maju terus teknologi Indonesia.</span></em></p>
<p>Masmus™</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mas.mus.web.id/2009/06/bismillah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
